Braking News Bentrok Antar Suku Pecah, Sementara 6 Orang Tewas

 
sumber gambar: google
Ilistrasi Photo


IDEANEWS.CO - Sejumlah warga Desa Sandosi, Kecamatan Witihama, di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), disebut tewas dalam bentrok antara dua suku akibat memperebutkan tanah.

Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli, menyebut peristiwa itu terjadi pada Kamis (5/3) pukul 10.00 WIT. Namun, itu baru diketahui karena lokasi kejadian tidak memiliki akses komunikasi. Dia mengakui jenazah para korban konflik belum dievakuasi karena alasan keamanan.

"Sampai saat ini jenazah belum dievakuasi, selain karena alasan keamanan juga karena lokasi kejadian jauh dari pemukiman," katanya, dikutip dari Antara.


Dia mengatakan sejumlah personel TNI sudah berada di lokasi kejadian untuk mengamankan. Sementara, personel kepolisian belum tiba.

 "Personel kepolisian sudah dalam perjalanan ke Desa Sandosi. Mereka akan berada di desa untuk menjaga keamanan, sebelum jenazah dievakuasi dari lokasi kejadian," katanya.

Langkah ini, kata Agustinus, dilakukan untuk menjaga situasi keamanan karena suku-suku ini berada dalam satu desa.

Kepala Kepolisian Resor Flores Timur AKBP Deny Abraham juga membenarkan konflik antarwarga tersebut.

"Iya betul ada konflik antarwarga di Desa Sandosi Kecamatan Witihama," katanya.

Menurutnya, konflik antarwarga tersebut terjadi akibat perebutan lahan. Namun, belum diketahui kronologis kejadiannya.

Akibat 'perang tanding' itu, ia menyebut ada korban jiwa meski belum diketahui jumlahnya karena masih dilakukan identifikasi di lapangan.


"Para personel sudah saya kirim ke lapangan untuk melakukan identifikasi sekaligus berupaya meredam konflik tersebut," katanya.

Sementara itu, seorang warga Kecamatan Witihama yang meminta tidak disebutkan identitasnya ketika dihubungi secara terpisah, menyebutkan sebanyak 6 orang tewas dalam konflik antarwarga tersebut.

"Sudah ada sekitar lima orang yang dikabarkan tewas, tadi kami juga melihat langsung para personel Polisi menuju lokasi konflik," katanya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel