Loading...

Alami Nasib Pilu, 2 Bocah Asall NTT Tinggal di Rumah Hampir Roboh Tanpa Orang Tua

Loading...
Loading...
 
sumber gambar : kumparan
Yunita Adu (11)

IDEANEWS.CO - Dua bocah kakak beradik Yunita Adu (11) dan Fernandus T. Adu (13) mengalami nasib pilu. Keduanya merupakan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Oelasin, Desa Oelasin, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi NTT.


 Akibat himpitan ekonomi yang mendera, kedua siswa itu terpaksa meninggalkan bangku sekolah. saat ini tinggal sendirian di sebuah rumah atau lebih tepatnya gubuk reyot yang beratapkan daun lontar milik mereka. Sementara orang tua mereka tidak ada bersama dengan mereka. Kedua orang tuanya telah lama berpisah dan pergi meninggalkan mereka.

Ketua Komunitas Safari Peduli Kasih Rote, Jeremi Mandalla yang menemui mereka di gubuk reot yang dihuni menuturkan bahwa mamanya sudah lama meninggalkan mereka, sedangkan bapaknya sudah beberapa tahun ini berada di Kupang, ujarnya melalui sambungan telepon seluler, Sabtu (01/02) malam.

"Dari cerita kedua anak tersebut, katanya kedua orang tua mereka sudah lama berpisah. Mamanya sudah lama meninggalkan mereka, sedangkan bapaknya sudah beberapa tahun ini berada di Kupang," ungkap Jeremi mengisahkan apa yang diceritakan oleh kedua anak tersebut.

Dijelaskan Jeremi Mandalla, untuk bertahan hidup, Yunita Adu mengaku, dirinya bersama sang kakak terpaksa harus membantu melaksanakan pekerjaan di rumah-rumah tetangga sekitar sehingga mendapatkan sedikit uang untuk membeli beras.

Ketika ditanya mengapa sudah seminggu lebih keduanya tidak ke sekolah, Yunita mengaku sang kakak tidak ke sekolah karena pakaian seragam miliknya sobek. Sedangkan sang adik tidak bisa ke sekolah karena selama ini mereka tidak punya sabun mandi sehingga dirinya tidak bisa mandi untuk ke sekolah.

Lanjut Jeremi, kondisi kedua anak tersebut memang sangat memprihatinkan. Hidup layaknya anak yatim piatu tanpa kedua orang tua. Tinggal di rumah layaknya gubuk yang sebenarnya sangat tidak layak untuk dijadikan tempat tinggal. 

"Mereka bahkan tidak bisa belajar dengan baik karena tidak ada penerangan di rumah itu. Saat malam tiba, mereka hanya bermodalkan sebuah senter untuk menerangi tidur mereka," jelas Jeremi.  

Sementara itu, Jekson Manuain, Guru wali kelas VI SDN Oelasin yang dikonfirmasi melalui telepon seluler mengaku, kondisi kedua anak tersebut diketahuinya berawal dari absennya Fernandus T. Adu, selama seminggu lebih. 

"Karena yang bersangkutan tidak pernah masuk sekolah selama seminggu lebih, akhirnya saya berinisiatif untuk pergi mencari tahu apa yang menjadi penyebab siswa tersebut tidak masuk sekolah. Ternyata ketika saya sampai ke rumahnya memang sungguh memprihatinkan kehidupan dua siswa tersebut," jelas Jekson Manuain.
Loading...
Berbagi Kebaikan:

Subscribe to receive free email updates:

Loading...