Memprihatinkan, Perkembangan Kasus Febi Yang Diadili karena Tagih Utang 'Bu Kombes' Via Instastory

 
sumber gambar: google
Kiri Fitriani Pelapor, Kanan Depan Kamera Febi Terlapor

IDEANEWS.CO - Pengadilan Negeri, Medan kembali gelar kasusu pencemaran nama baik yang menjerat Febi Nur Amelia dengan agenda mendengar keterangan saksi sekaligus pelapor yang  bernama Fitriani Manurung (kanan). Selasa (18/2/2020).


Febi dilaporkan Fitriani Manurung karena dianggap mencemarkan nama baiknya setelah mengunggah status terkait sindiran tidak mau membayar utang. Meski disitu tidak disebutkan nama jelas yang dimaksud.

Pada sidang kali ini, Hakim terkejut dan heran, mendengar kesaksian Fitriani Manurung, bersuamikan polisi berpangkat Kombes (Komisaris Besar). 

Fitriani dihadirkan sebagai saksi oleh jaksa penuntut umum dalam persidangan terdakwa Febi Nur Amelia.

Febi Nur Amelia didakwa dalam kasus pencemaran nama baik karena menagih utang ke Fitriani lewat Instagram.

Hakim ketua Sri Wahyuni Batubara pun bertanya soal utang dan bukti transfer Rp 70 juta yang masuk ke rekening suaminya itu ke Fitriani.

Sebelum itu, hakim Sri meminta Fitriani jujur memberikan keterangan di pengadilan karena sudah disumpah.

"Kamu ada utang sama terdakwa sebesar Rp 70 juta?" tanya hakim Sri Wahyuni kepada saksi Fitriani.

"Tidak ada hakim, saya tidak punya utang kepada terdakwa," jawab Fitriani di muka sidang.

Setelah itu hakim bertanya tentang bukti transfer Rp 70 juta yang masuk ke rekening suami Fitriani.
"Jadi bukti transfer Rp 70 juta itu apa," kata hakim.

Fitriani berkilah tak tahu soal itu dan mengatakan bahwa transfer tersebut ke rekening suaminya.

"Saya enggak tahu hakim, tapi memang ada bukti transfer ke rekening suami saya," ucap Fitriani.
Mendengar jawaban tersebut, majelis hakim heran.

"Kok Anda bisa enggak tahu? Apa Anda enggak pernah menanyakan itu kepada suami Anda?" tanya hakim.

"Pernah hakim, tapi kata suami saya, suami Febi nyuruh suami saya untuk belikan tas."

"Mereknya Channel seharga Rp 68 juta dan sudah dibelikan," ucap Fitriani.

Keterangan itu membuat hakim terkejut.

Hakim merasa heran seorang Kombes bisa disuruh-suruh untuk membelikan tas oleh seorang sipil.
"Bagaima mungkin seorang Kombes disuruh beli tas?"

"Suami Anda Kombes, masak disuruh belikan tas, kan enggak mungkin. Pernah hakim, tapi kata suami saya, suami Febi nyuruh suami saya untuk belikan tas. Mereknya Channel seharga Rp 68 juta dan sudah dibelikan," ucap Fitriani.

Keterangan itu membuat hakim terkejut. Hakim merasa heran seorang Kombes bisa disuruh-suruh untuk membelikan tas oleh seorang sipil.

"Bagaima mungkin seorang Kombes disuruh beli tas?"

"Suami Anda Kombes, masak disuruh belikan tas, kan enggak mungkin."

"Saya enggak tahu hakim, suami saya hanya bilang ini urusan suami dan suami. Saya enggak ikut campur," ujar Fitriani.

Hakim merasa janggal dengan kesaksian Fitriani yang menyatakan tidak mau ikut campur.

"Rasanya aneh, jika ibu enggak ikut campur. Ibu ditagih utang, tapi ibu bilang enggak mau ikut campur," kata hakim.

Fitriani sudah dipersilakan kembali ke bangkunya, sementara hakim meminta terdakwa Febi Nur Amelia untuk menanggapi keterangan saksi.

"Untuk terdakwa Febi Nur Amelia, apa benar semua yang dijelaskan saksi (Fitriani, red) barusan?" tanya hakim.

"Saya tidak pernah menerima tas Channel dan juga tidak pernah menyuruh suaminya untuk membelikkan tas hakim," jawab Febi.

Febi merasa heran atas keterangan saksi Fitriani yang menyatakan tidak memiliki utang.

Menurut Febi, Fitriani pernah mengakui utangnya dan berjanji akan membayarnya.

"Saat saya jenguk suaminya sakit jantung, dia (Fitriani) berkata sabar ya, utangnya nanti bunda ganti tunggu tanah yang di Aceh laku," ungkap Febi.




Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel