Dukun Cabul Setubuhi 2 Anaknya Sejak Kecil Hingga Lahirkan Bayi Semua

 
sumber gambar: detik
Eyang Anom (50)
IDEANEWS.CO - Supriadi alias Eyang Anom (50), dukun di Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mengancam dua anak tirinya dengan senjata tajam dan lisan. Bertahun-tahun pria bejat tersebut memerkosa kedua korban. Anak tiri tertua harus melahirkan anak dari pelaku, sedangkan korban satu lagi berbadan dua akibat ulah sang dukun.


Senjata tajam digunakan untuk mengancam anak tirinya, T (19) dan M (21), yakni kapak, pisau, balok kayu, dan bilah bambu. Sewaktu dihadirkan di Mapolres Cimahi, Supriadi mengatakan senjata tajam itu tidak digunakan untuk melukai korban, namun hanya untuk menakut-nakuti.

"Kalau enggak mau saya ancam dengan senjata tajam yang dipukul-pukul ke lantai. Saya juga mengancam korban, sambil bilang 'kamu harus mau layani saya'. Akhirnya mereka takut dan nurut sama saya," kata Supriadi ditemui di Mapolres Cimahi, Selasa (25/2/2020).

Ancaman dengan senjata tajam itu membuat dua anak tiri tersebut tunduk selama bertahun-tahun. Bahkan, perbuatan bejat pelaku itu tak diketahui istri atau ibu kandung korban, yang dinikahinya sejak 2007.

"Saya biasanya alasan minta pijat dulu, jadi istri enggak curiga. Untuk tempatnya itu ada kamar khusus di pinggir ruang tamu. Kalau lagi minta dipijat dan akhirnya hubungan badan, pintunya selalu saya kunci. Kadang dilakukan malam, pas istri tidur atau siang saat istri keluar rumah," ujar Supriadi.

Di hadapan polisi, Supriadi mengaku tidak ingat berapa kali memerkosa kedua anak tirinya. Sebab ulah durjana itu dilakukan pelaku selama hampir 6 tahun lamanya.

"Ya jadi kebiasaan. Kalau berapa kalinya saya juga sudah enggak ingat, tapi setiap minggu itu minimal satu kali pasti minta. Bisa satu kali, dua kali atau tiga kali," tutur Supriadi.

Kini si dukun bejat ini mendekam di sel tahanan Mapolres Cimahi. Supriadi dikenakan Pasal 81 ayat 3 dan Pasal 82 UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

"Dia terancam pidana penjara paling lama 15 tahun ditambah sepertiga dari ancaman pidana," ujar Kapolres Cimahi

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel