Loading...

Putra Kiai Kondang di Jombang Jadi Tersangka Pencabulan Anak, Polda Jatim Segera Panggil Paksa

Loading...
Loading...
sumber gambar: tribunnews
Kolase Perbuatan Cabul


IDEANEWS.CO -Seorang anak kiai di Jombang, MSA (39) dilaporkan atas tindakannya mencabuli anak di bawah umur. Saat dipanggil polisi, MSA tak pernah datang memenuhi panggilan polisi.

Anak kiai tersebut merupakan warga Desa Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang. MSA yang disebut sebagai pengurus Pondok Pesantren dilaporkan ke polisi atas dugaan pencabulan anak di bawah umur pada awal Desember 2019.

"Kasus dugaan adanya pencabulan anak di bawah umur, yaitu di wilayah hukum Polres Jombang kemarin dilakukan backup secara teknis oleh Dirreskrimum Polda Jatim yang langsung turun ke lapangan," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Kamis (16/1/2020).

Direskrimum Polda Jatim Kombes Pitra Ratulangi mengatakan MSA sudah dipnaggil untuk dilakukan pemeriksaan dan gelar perkara tapi tidak datang.

"Memang yang bersangkutan dipanggil tidak datang. Nah itulah yang akan kita lakukan gelar nanti. Polres Jombang sudah memanggil, namun dia tidak datang. Nanti dalam gelar perkara kita akan mengkaji soal itu," kata Direskrimum Polda Jatim Kombes Pitra Ratulangi di Surabaya, Sabtu (18/1/2020).

Pitra pun mengancam akan melakukan penjemputan paksa pada MSA. Dalam waktu dekat, Pitra menyebut akan melayangkan panggilan ulang pada MSA.

Sedangkan menurut Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menyebut MSA juga telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun hingga kini masih belum ditahan karena pihaknya belum melakukan gelar perkara.

"Iya (sudah tersangka). Saat ini tunggu perkembangan gelar perkara penyidik ditreskrimum. Belum ditahan," imbuh Truno.

Sementara saat disinggung dari mana Ponpes MSA berasal, Truno enggan menyebut. Dirinya hanya berfokus pada konstruksi hukum di kasus ini.

"Secara status saya tidak akan sampaikan. Inisial MSA. Status tidak ada. Yang melakukan statusnya seseorang. Jangan dikaitkan (pengurus ponpes). Kami sampaikan bukan status tapi inisalnya," lanjut Truno.
Loading...
Berbagi Kebaikan:

Subscribe to receive free email updates:

Loading...