Loading...

Menguak Korowai, Suku Paling Misterius di Pedalaman Papua

Loading...
Loading...
sumber : national geographic
Foto National Georaphic Suku Korowai


IDEANEWS.CO -Ratusan suku yang tersebar di Indonesia. Sebagian besar sudah dapat beradaptasi dengan kehidupan modern.

Namun ada yang masih mempertahankan tradisi lama dan memilih menjauh dari peradapan, yaitu satu yang cukup terkenal adalah suku Korowai. Suku ini memiliki anggota hingga 3.000 orang.

Mereka tinggal di Papua Barat, Indonesia yang dekat dengan perbatasan Papua Nugini. Dilansir dari thesun.co.uk, jurnalis dan fotografer Italia, Gianlunca Chiodini telah menembus hutan liar Papua untuk bertemu dengan suku misterius ini.

Chiodini kemudian mendokumentasikan foto-foto suku Korowai saat dia berkunjung di sana.
Foto tersebut menunjukkan warga suku Korowai berpesta memakan serangga hidup; memperbaiki rumah mereka dengan tangkai-tangkai panjang; dan pemanah yang berburu untuk makan malam seluruh suku.

Karena masih terisolasi, suku Korowai tidak memiliki akses kepada pengobatan modern dan menyembuhkan diri dengan tanaman-tanaman dan ilmu sihir.

Umumnya, harapan hidup anggota suku adalah di bawah umur 50 tahun.

Karena keterbatasan ilmu, suku Korowai percaya kematian berhubungan dengan setan 'Khakhua' yang mengambil nyawa manusia.

'Khakhua' menurut kepercayaan mereka, menyamarkan diri sebagai teman atau anggota keluarga untuk mendapat kepercayaan dari suku Korowai.

Setelah mereka lengah, 'Khakhua' dapat membunuh mereka.

Dari kepercayaan tersebut, mereka merasa perlu melindungi anggota suku dari siapapun yang mereka anggap sebagai 'Khakhua'.

Untuk melindunginya, mereka melakukan ritual kanibalisme kepada siapapun yang mereka anggap 'Khakhua'.

Setelah menangkap setan tersebut, suku Korowai akan membunuh korban 'Khakhua' dan memakan dagingnya.

Korowai hidup di rumah pohon yang tersusun dari tangkai-tangkai yang mereka temukan di hutan. Rumah mereka dibuat untuk melindungi dari roh jahat yang bersembunyi di bawah kanopi hutan.

Korowai tidak mengerti peradaban barat sampai tahun 1970 ketika seorang antopolog melakukan perjalanan untuk mempelajari mereka.
Loading...
Berbagi Kebaikan:

Subscribe to receive free email updates:

Loading...