Sebarkan Konten Negatif, Twitter dan Facebook Bakal Kena Denda 500 juta Perkonten

loading...

sumber gambar: gesuri.id



IDEANEWS.CO- Penyelenggaraan platform media sossia seperti  Instagram, Facebook cs dan Twitter serta lainnya, terancam denda ratusan juta rupiah jika membiarkan keberadaan konten negatif dalam platformnya. Hal tersebut diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 soal Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PSTE) yang disahkan bulan lalu.

Semuel Abrijani Pangerapan selaku  Dirjen Aplikasi Informatika Kominfo, , mengatakan PP tersebut mewajibkan PSE turut aktif memblokir konten negatif yang sudah diklasifikasi di UU ITE. Jika tidak, mereka akan terkena denda yang dihitung berdasarkan jumlah konten negatif yang ditemukan di platformnya.

"Denda berkisar Rp100 juta sampai Rp500 juta per konten negatif, itu masih kita rumuskan," ujar Semuel ujarnya dalam Forum Merdeka Barat (FMB) 9, Senin (4/11/2019) di gedung Kominfo, Jakarta.

Berdasarkan UU ITE, konten negatif tersebut di antaranya yang berkaitan dengan tindakan asusila, berita bohong atau hoaks, hingga SARA. Kominfo menyebut pihaknya akan melakukan patroli dan menerima aduan untuk mengidentifikasi keberadaan konten negatif tersebut.

Kendati demikian, aturan PP PSTE ini, termasuk sanksi denda baru akan berlaku sekitar dua tahun setelah pengesahan, yakni pada akhir 2021. Hal tersebut karena perlu adanya proses sosialisasi dan peralihan yang dilakukan untuk penyelenggara sistem elektronik.

Dengan peraturan baru tersebut diharapkan dapat menekan keberadaan konten negatif di dunia maya. Terlebih para PSE sebenarnya memiliki teknologi yang seharusnya dapat mencegah dan menjaring konten negatif dalam layananya.


Editor: Tofiq Hidayat


loading...
facebook -->

Subscribe to receive free email updates: