PBB Perintahkan Google dan Instagram Lakukan Penghapusan Iklan Penjualan Budak Online

loading...
sumber gambar : google


IDEANEWS.CO - Kasus perdagangan manusia yang menggunakan media sosial Instagram milik Facebook. Pelaku diduga menggunakan sejumlah akun medsos dengan modus menawarkan pembantu rumah tangga.Perempuan-perempuan itu ditawarkan melalui tagar seperti "maids for transfer” atau “maids for sale”. 

Selain di medsos, pasar budak online pada aplikasi yang disediakan oleh Google dan Apple, dilansir dari laman investigasi BBC News timur tengah, Rabu (06/11/2019).

Platform media sosial Instagram dan Facebook mengklaim telah menghapus konten pasar budak online. Serta akan melakukan blocking pembuatan akun baru yang dirancang untuk kejahatan dunia maya tersebut.

Laporan investigasi itu diterbitkan BBC pada 31 Oktober lalu dan menemukan bahwa pekerja rumah tangga secara ilegal dibeli dan dijual secara online di pasar gelap yang berkembang pesat.
“Ambil smartphone dan Anda dapat menggulir ribuan foto mereka, dikategorikan berdasarkan ras, dan tersedia untuk dibeli dengan harga beberapa ribu dolar,” tulis BBC.

Dr Mubarak Al-Azimi, Kepala Otoritas Publik untuk Tenaga Kerja Kuwait, mengatakan sedang menyelidiki perempuan-perempuan yang dijual melalui aplikasi, termasuk gadis berusia 16 tahun dari Guinea, Afrika Barat–sebut saja namanya Fatou. Padahal, hukum Kuwait mengatakan bahwa pekerja rumah tangga harus berusia di atas 21 tahun. 

Kepolisian Kuwait mengatakan, pemilik akun medsos telah diperintahkan untuk menghapus iklan-iklan tersebut. Mereka juga telah dipaksa untuk menandatangani komitmen hukum, berjanji tidak lagi terlibat dalam kegiatan tersebut.

Seorang petugas polisi yang diduga terlibat dalam perdagangan itu juga sedang diselidiki oleh pihak berwenang.

"Apa yang mereka lakukan adalah mempromosikan pasar budak online," kata Urmila Bhoola, pelapor khusus PBB tentang bentuk perbudakan kontemporer.

"Jika Google, Apple, Facebook atau perusahaan lain meng-hosting aplikasi seperti ini, mereka harus dimintai pertanggungjawaban."

Setelah diberitahu tentang masalah ini, Facebook mengatakan telah melarang salah satu tagar yang terlibat. 

Google dan Apple mengatakan mereka bekerja dengan pengembang aplikasi untuk mencegah aktivitas ilegal.
loading...
facebook -->

Subscribe to receive free email updates: