Ngeri! Bermain Layangan Di Pontianak Bakal Kena Denda Rp.50 Juta

loading...

sumber : Grid.id


IDEANEWS.CO-Pemerintah Kota Pontianak segera menerbitkan peraturan tentang pelarangan permainan laying-layang. Bagi yang melanggar bakal disanksi yang tak tanggung-tanggung. 


Pemain layangan di Pontianak, Kalimantan Barat, bakal diberi sanksi denda Rp 50 juta hingga penjara. Aturan ini dikeluarkan karena dampak permainan layangan yang menggunakan benang gelasan di Pontianak sudah membahayakan.

"Dampak permainan layang-layang, baik yang menggunakan tali gelasan (tali tajam) maupun tali kawat sudah sangat membahayakan, baik bagi si pemain maupun bagi orang lain, bahkan sudah banyak korban meninggal," kata Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono di Pontianak, yang dikutip dari Antara, Selasa (16/7/2019). 

Edi menambahkan, pihaknya akan segera melakukan revisi Perda tentang ketertiban umum (Tibum) agar bisa memberikan sanksi berat ke pelaku. Menurut dia, sanksi berat bisa memberi efek jera kepada orang untuk tidak main layang-layang lagi.

"Selama ini, Perda Tibum yang mengatur sanksi tipiring (tindak pidana ringan) hanya menerapkan denda minimum, sehingga ke depan akan dilakukan revisi agar memberikan efek jera kepada siapa pun yang melanggar aturan tersebut," terangnya.

Edi mengatakan, saat ini pelaku main layangan hanya diberi sanksi denda Rp 1 juta. Namun, di aturan baru nantinya akan mendenda pemain layangan minimum Rp 50 Juta. Pemerintah Kota Pontianak segera menerbitkan peraturan tentang pelarangan permainan laying-layang. Bagi yang melanggar bakal disanksi yang tak tanggung-tanggung. 

Pemain layangan di Pontianak, Kalimantan Barat, bakal diberi sanksi denda Rp 50 juta hingga penjara. Aturan ini dikeluarkan karena dampak permainan layangan yang menggunakan benang gelasan di Pontianak sudah membahayakan.

"Dampak permainan layang-layang, baik yang menggunakan tali gelasan (tali tajam) maupun tali kawat sudah sangat membahayakan, baik bagi si pemain maupun bagi orang lain, bahkan sudah banyak korban meninggal," kata Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono di Pontianak, yang dikutip dari Antara, Selasa (16/7/2019). 

Edi menambahkan, pihaknya akan segera melakukan revisi Perda tentang ketertiban umum (Tibum) agar bisa memberikan sanksi berat ke pelaku. Menurut dia, sanksi berat bisa memberi efek jera kepada orang untuk tidak main layang-layang lagi.

"Selama ini, Perda Tibum yang mengatur sanksi tipiring (tindak pidana ringan) hanya menerapkan denda minimum, sehingga ke depan akan dilakukan revisi agar memberikan efek jera kepada siapa pun yang melanggar aturan tersebut," terangnya.

Edi mengatakan, saat ini pelaku main layangan hanya diberi sanksi denda Rp 1 juta. Namun, di aturan baru nantinya akan mendenda pemain layangan minimum Rp 50 Juta.

Editor : Hendro S.
Sumber : antaranews
loading...
facebook -->

Subscribe to receive free email updates: