Divisi Humas Polri, Dengan ini Kami Laporkan Ceramah Provokatif Bahar bin Smith Terhadap Presiden Jokowi

loading...



IDEANEWS.CO - Terlampir kami kirimkan video ceramah tentang penghinaan kepada simbol negara dan simbol pemerintahan Presiden Republik Indonesia dengan menggunakan bahasa sarkasme di luar batas kepatutan dan akal sehat

Kepada yang Terhormat :
Wiranto
Ridwan Kamil
Ganjar Pranowo
Grace Natalie
Diaz Hendropriyono
Maruarar Sirait
Budiman Sudjatmiko
Adian Napitupulu
Tsamara Amany Alatas

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum Dan Keamanan
Kantor Staf Presiden Republik Indonesia
Kementerian Agama RI
Majelis Ulama Indonesia (MUI)
Bareskrim 2018
Divisi Humas Mabes Polri
Divisi Humas Polri
Cyber Crime Polri
Divisi Cyber Crime Mabes Polri
HUMAS POLDA METRO JAYA
Humas Polda Jawa Barat
Cyber Crime Polda Jateng
Cyber Crime Polda Jatim

Dengan ini kami laporkan ceramah atas nama Bahar bin Smith yang memiliki nama asli Syd Baḥr bin Alī bin Alawī bin Abd ar-Raḥman Sumayṭ, Lahir di Manado, 23 Juli 1985 dengan dugaan menghina presiden / kepala negara serta melanggar Pasal 45 Ayat (2) (3) UU RI No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 27 Ayat (3) UU RI No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik"

Dalam video tersebut terdapat ujaran yang secara leksikal (makna yang bersifat tetap) dengan kata kata salah satunya :

"Penghianat bangsa !, penghianat negara !, pengkhianat rakyat kamu Jokowi. Kamu kalau ketemu Jokowi, kalau ketemu Jokowi kamu buka ce***anya itu. Jangan-jangan H**D Jokowi itu !!  Kayaknya ban*i itu ! . Kalau ada kamu di sini yang kemarin pilih dia, tanggung jawab dunia akhirat kamu. Tukang mebel kamu pilih jadi presiden, begitu jadinya itu.”

Kata-kata di atas melampaui batas kepatutan nilai nilai agama, moral dan etika.

Ada ratusan video ceramah lainnya yang di ucapkan oleh narator yang sama dengan bahasa bahasa sangat sarkasme (diluar kepatutan) dan kami sungguh miris dengan diam / pasifnya aparat menindak ujaran kebencian yang dilakukan oleh para orang orang seperti ini.

Sekedar mengingatkan bahwa dua orang yang bernama Yahya Waloni dan Sugik Raharja dengan tipikal yang sama seperti Bahar bin Smith ini, telah di laporkan oleh Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa pada hari Jumat tanggal 21 September 2018, Sementara Sugik Raharja telah di tetapkan sebagai tersangka pada Jumat 23 Nopember 2018.

Semoga pihak berwenang segera melakukan tindakan hukum yang profesional dan objektif demi melindungi kehormatan Agama Islam umumnya dan Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan

Sumber : akun fb Zulfikar Mahdanie
loading...
facebook -->

Subscribe to receive free email updates: