Anies Kembali Buktikan Dirinya Seorang Pembohong Ulung & Terbukti Bohongi Pemilihnya , Rumah DP Rp 0 Ternyata Bukan untuk Warga Bergaji di Bawah UMP

loading...


BERANINEWS.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan program rumah DP Rp 0 ditujukan bagi warga dengan kriteria tertentu.

Salah satunya adalah syarat gaji antara Rp 4 juta-7 juta/bulan.

"Kalau tidak salah maksimal 30% dari penghasilan dipakai untuk nyicil. Jadi kalau orang yang penghasilannya di bawah UMP (upah minimum provinsi) dan dialokasikan untuk nyicil, habis uangnya. Karena itu jangan kita membuat mereka tidak bisa hidup layak setiap bulan hanya karena mereka harus nyicil rumah," kata Anies di Tangerang Selatan, Rabu (17/10/2018).

UMP DKI Jakarta 2018 sebesar Rp3.648.035, lebih tinggi dari UMP 2017 sebesar Rp3.335.000.

Sementara di 2019 nanti, dengan kenaikan sebesar 8,03%, UMP DKI Jakarta diperkirakan naik menjadi Rp 3.940.972/bulan.

Menurut Anies, syarat gaji tak bisa dihilangkan karena memang telah diatur melalui skema perbankan. Syarat gaji diperlukan untuk memenuhi aturan.

"Karena memang menggunakan skema perbankan yaitu ada proporsi di mana penghasilan tidak boleh dipakai untuk nyicil. Kan ada batas maksimalnya," tutur Anies.

Anies menambahkan telah menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 104 Tahun 2018 tentang Fasilitas Pembiayaan Perolehan Rumah Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah.

Dalam aturan tersebut, warga bisa memiliki hunian DP Rp 0 jika telah menghuni selama 20 tahun.

"Coba kalau mereka hanya sewa saja seperti yang selama ini ada tanpa bisa memiliki maka untuk apa dengan baik. Toh ujungnya bukan punya saya. Ini yang kita dorong," jelasnya.

Anies Baswedan Bandingkan Rumah DP 0 Rupiah dengan Rusunawa Ahok

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyinggung program kepemilikan rumah tanpa uang muka alias DP nol rupiah dalam acara Silaturahmi dan Ramah Tamah Pengurus Asril Center di Gedung RJA DPR RI Kalibata, Jalan Pengadegan Selatan Raya, Jakarta, Jumat, 9 Maret 2018.

Asril Center adalah lembaga kajian yang didirikan Mayjend (Purn) H.Asril Hamzah Tanjung. Lembaga ini mendukung penuh pencalonan Anies Baswedan dalam Pilkada DKI 2017.

Menurut Anies, program kepemilikan rumah tanpa uang muka ini bukan sekadar program hunian.

Jadi program ini, kata Anies, tidak bisa dibandingkan dengan program rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) yang digagas Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Ini soal keberpihakan," katanya.

Anies menambahkan, program rusunawa memang memberikan hunian kepada rakyat. Bahkan biaya yang dikenakan per bulan juga lebih murah.

Namun hunian yang ditempati itu tidak pernah menjadi milik mereka.

Anies menilai, lebih dari 50 persen penduduk Jakarta tidak menjadi pemilik unit hunian yang mereka tempati. Sehingga terjadi ketimpangan aset kekayaan antara penduduk yang menyewa rumah dengan penduduk yang memiliki tanah dan kredit rumah.

Atas dasar itulah Anies menggagas pembelian rumah tanpa uang muka. Program ini semata-mata agar penduduk Jakarta yang memiliki rumah bertambah.

"Supaya warga Jakarta terbawa eskalator sosial," katanya. "Di Jakarta itu separuh warganya tidak terbawa ke atas. Ini kalau dibiarkan (jadi) bom waktu."

Anies Baswedan menekankan, keberpihakan yang ia maksud tidak hanya dilakukan secara retoris, tapi juga dalam pola pikir.

"Mindset-nya adalah bahwa setiap policy harus membuat kesetaraan, kesempatan bagi warga Jakarta," katanya.


sumber: detik.com & Tempo.co

loading...
facebook -->

Subscribe to receive free email updates: