Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB : Tsunami 3 Meter Di Palu Terjadi Setelah Peringatan Dini Dicabut Oleh BMKG

loading...


BERANINEWS.COM - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho membenarkan ada tsunami susulan di Pantai Talise, Palu, Sulawesi Selatan setelah status peringatan dini tsunami dicabut oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Tsunami tersebut mencapai lebih dari 3 meter. "Nanti tolong ditanyain lagi ke BMKG ya.

Tapi saya tidak akan menyampaikan statement. Iya ada (tsunami susulan)," kata Sutopo di Gedung BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Sabtu, 29 September 2018.

Sutopo menyebut, kabar itu didapatnya dari sosial media baik dalam bentuk tertulis, foto, dan rekaman video.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan mengonfirmasi kebenaran informasi tersebut ke pihak BMKG Sulawesi Tengah, ternyata benar luapan air yang lebih tinggi terjadi setelah ditariknya peringatan dini tsunami.

"Setelah itu saya nyatakan rilis bahwa memang tsunami menerjang di Palu dan Donggala. Saya juga langsung kontak Menkomaritim dan sebagainya. Nah tetapi tentang kecolongan dan sebagainya silakan ke BMKG. Jadi ini bukan masalah kecolongan tapi tsunami itu memang ada," katanya.

Namun, Sutopo menyayangkan status peringatan dini tsunami ditarik 30 menit lebih cepat dari biasanya, usai luapan air terjadi.

Dalam kasus serupa, kurun waktu penetapan status baru biasanya dilakukan paling cepat 60 menit setelah terjadi peristiwa.

Padahal, BNPB masih dalam proses memberikan informasi yang mudah dipahami masyarakat. Sebab, tidak semua warga mengerti artinya status Siaga dan Waspada bencana.

"Yang pasti kan kalau melihat kecepatan kan mereka memberikan peringatan dini begitu cepat saat itu. Tapi kenapa berakhirnya juga cepat, itu kemarin menjadi tanda tanya. Biasanya lebih dari satu jam. Nah kemarin tiba-tiba pendek," ujar Sutopo

sumber: viva.co.id
loading...
facebook -->

Subscribe to receive free email updates: