Breaking News, Warga Menangis Histeris Saat Gereja Methodist Indonesia Kanaan Yang Sudah Berumur 18 Tahun Disegel Oleh.....

loading...



BERANINEWS.COM - Sejumlah warga mendadak menangis histeris di depan gereja Methodist Indonesia Kanaan Jambi ketika gereja yang dipakai mereka bakal disegel oleh Pemkot Jambi, Kamis (27/9/18).

Gereja yang berada di kawasan Jalan Lingkar Barat III, Kota Jambi ini disegel dikarenakan tidak memiliki izin oleh Pemkot Jambi.

Menurut seorang warga, David mengaku bahwa beberapa masyarakat sebelumnya sudah mengajukan surat izin kepada Pemkot Jambi, namun ternyata tidak diberikan.

"Kami mengajukan izin tapi tidak diberikan. Sekarang mendadak mau disegel bae, dak setujulah kami," kata David.

Pantauan Tribun, beberapa anggota kepolisian dan pihak Satpol PP berjaga jaga di seputaran gereja untuk mengamankan agar menghindari aksi anarkis oleh sejumlah masyarakat.

"Kami cuman mau beribadah, tolong kasihlah kami tempat ibadah. Kami swadaya membangun gereja ini," kata David.


Detik-detik Penyegelan, Belasan Warga Mendadak Menangis Histeris,

Belasan warga dari Gereja Methodist Indonesia Kanaan Jambi menangis histeris ketika gereja yang sudah 18 tahun digunakan untuk beribadah disegel oleh Pemkot Jambi, Kamis (27/9/18).

Pantauan Tribun, beberapa masyarakat tak terbendung untuk menahan air matanya ketika penyegalan dilakukan oleh Pemkot Jambi yang dikawal oleh pihak kepolisian, TNI dan Satpol PP.

Sebelumnya, sekitar pukul 08.00 WIB, Pemkot Jambi berencana ingin menyegel gereja yang berada di kawasan Jalan Lingkar Barat Tiga, Kota Jambi.

Namun upaya Pemkot Jambi dihalang oleh sebagian masyarakat.

Setelah sempat bersitegang, masyarakat dan perwakilan dari Pemkot Jambi pun melakukan mediasi beberapa waktu. 

Namun hasil dari mediasi ini nyatanya tetap tak membuat masyarakat puas.

"Kesepakatanya, gereja ini tetap disegel sementara menjelang ada keputusan lagi dari pak Walikota Jambi. Untuk sementara kami beribadah di kantor Walikota Jambi. Tapi kami tetap terima," kata Sinaga satu di antara pengurus gereja.

Saat ini meski sudah disegel, sejumlah masyarakat masih berkumpul di gereja untuk menanti keadilan dari Pemkot Jambi.

"Sudah bertahun-tahun kami mengajukan izin, tapi ditolak terus oleh pemerintah. Sekarang mendadak disegel, sedih kami di sini. Kami cuman mau beribadah, itu hanya seminggu sekali," kata Sinaga

sumber: tribunnews.com
loading...
facebook -->

Subscribe to receive free email updates: