Aktivis 212 Eggi Sudjana: Rizieq Shihab Keturunan Nabi, Biaya Hidupnya Terjamin & Ditanggung oleh Pihak Kerajaan Saudi

loading...


BERANINEWS.COM - Pasca ditetapkan sebagai tersangka oleh Polri terkait chat Dengan Firza, pimpinan Front Pembela Islam Rizieq Shihab tak pulang-pulang ke Indonesia.

Hingga saat ini sudah hampir enam bulan Rizieq berada di Arab Saudi.

Terkait hal tersebut, kerabat Rizieq yang juga seorang pengacara, Egi Sudjana mengatakan untuk biaya hidup, Rizieq selama berada di sana ditanggung oleh pihak kerajaan Saudi.

"Dia sudah dinyatakan oleh pemerintah Saudi sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW, menurut pemerintah sana (Saudi) kalau garis keturunannya sampai ke Rasul maka akan dijamin semuanya," kata Egi di Jakarta, Selasa (10/10/18).

Selain itu, Rizieq kata Egi, memiliki jaringan di sana lantaran sebagai alumnus King Saud University, Riyadh pentolan FPI itu memiliki banyak teman

"Salama di sana kegiatan dia dakwah dan kunjungan-kunjungan," kata Egi.

Fakta Sebenarnya

KBRI Riyadh menyatakan masa berlaku visa tinggal imam besar FPI Habib Rizieq Syihab di Arab Saudi habis. Visa Habib Rizieq habis per 21 Juli 2018.

"Berdasarkan penelusuran KBRI Riyadh, saat ini visa yang digunakan oleh Mohammad Rizieq Syihab untuk berada di wilayah KAS telah melewati batas waktu yang ditentukan. MRS mempergunakan visa ziyarah tijariyyah (visa kunjungan bisnis) yang tidak bisa dipergunakan untuk kerja (not permitted to work)," ujar Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel dalam keterangan tertulis, Jumat (28/9/2018).

Menurut Agus, visa yang digunakan Habib Rizieq sudah habis per 9 Mei 2018 dan diperpanjang dengan visa hingga akhir masa tinggal 20 Juli 2018.

Untuk memperpanjang masa visa, Habib Rizieq diharuskan keluar dari Kerajaan Arab Saudi untuk mengurus administrasi.

"Karena keberadaan MRS sampai hari ini masih berada di KAS, maka sejak tanggal 8 Dzulqa'dah 1439 H/21 Juli 2018, MRS sudah tidak memiliki izin tinggal di KAS," terang Agus.

KBRI Riyadh siap memberikan pendampingan dan perlindungan pada imam besar FPI itu jika mengalami permasalahan hukum di Saudi.

"Jika MRS mengalami permasalahan hukum di KAS, baik yang terkait dengan keimigrasian ataupun yang lain, maka KBRI Riyadh akan memberikan pendampingan, perlindungan, dan pengayoman sesuai perundang-undangan yang berlaku di KAS," ujar Agus.

sumber: rmol.co & detik.com
loading...
facebook -->

Subscribe to receive free email updates: