Akibat Kerja Tak Becus, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini Meradang & Semprot Kontraktor saat Tinjau Proyek Antisipasi Banjir

loading...
 (Foto: Phaksy Sukowati)

BERANINEWS.COM - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) melakukan inspeksi mendadak (sidak) di proyek rumah pompa dan saluran air.

Dia ingin memastikan beberapa proyek untuk menangani banjir selama musim hujan mendatang telah siap digunakan.

Namun, Risma menunjukkan kekesalannya saat menengok progres proyek box culvert (saluran air dari beton) di kawasan Kandangan, Kecamatan Benowo, Surabaya. Betapa tidak, banyak tahapan proyek yang belum juga selesai untuk dibereskan.

Risma meradang lantaran proyek tersebut tidak kunjung selesai, mengingat perkiraan musim penghujan segera tiba.

Risma yang berkunjung ke lokasi proyek bersama jajaran Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya kemudian menemui langsung pihak perwakilan kontraktor di lapangan.

Dia menanyakan kepada kontraktor yang menggarap proyek yang ditarget sampai akhir tahun itu belum selesai.

"Lihat itu, kok belum selesai. Nutut ta (sanggup tidak)? Kalau enggak nutut ditinggal saja yang ini (Kalau neggak mampu tepat waktu ditinggalkan saja sampai sini-red)," ujar Risma sambil menunjuk badan sungai yang akan ditutup box culvert, Selasa (18/9/18).

Pada bagian tersebut, masih dalam tahap dipasang plengsengan dengan baja.

Mendengar pernyataan Risma, kontraktor hanya mengangguk.

Risma mendesak kontraktor segera menyelesaikan proyek lantaran dikhawatirkan akan segera masuk musim hujan.



"Kalau sudah masuk musim hujan, sungai yang akan ditutup box culvert akan penuh dengan air dan nanti malah tambah susah mengerakan pemasangan box culvert," ujar Risma.

"Segera selesaikan loh Pak. Saya harap bisa memenuhi batas waktu," imbuhnya.
Tri Rismaharini, Sidak, Proyek Box Culvert, Surabayar

Menurut Risma, proyek jalur box culvert ini masih 50 persen. Dari total 2,6 kilometer yang akan ditutup box culvert masih kurang sekitar 1 kilometer lebih hingga di perbatasan Surabaya-Gresik.

Menurut Risma, pengerjaan proyek ini memang sering menemui sejumlah kendala. Salah satunya di awal pengerjaan proyek, Pemkot tidak bisa mengerjakan konstruksi.

"Tapi lalu kami koordinasi dengan Polres Gresik dan Polres sini (Surabaya) alhamdulillah bisa nutup. Karena di ujung sana jalannya sempit. Dua bulan lalu sudah tak (saya) putuskan untuk nutup jalannya sehingga kita bisa kerja," kata Risma.

Risma meminta kontraktor mampu menyelesaikan proyek box culvert paling lambat akhir tahun ini. Sebab deadline-nya memang akhir tahun harus selesai.

Proyek senilai Rp 160 miliar ini diharapkan bisa menjadi solusi kemacetan dan masalah banjir di Surabaya Barat. Sebab box culvert ini adalah proyek mengubah saluran irigasi menjadi saluran drainase.

"Desember harus selesai mereka. Mudah-mudahan tinggal 1 kilometer bisa segera kelar," kata Risma.

sumber: kumparan.com
loading...
facebook -->

Subscribe to receive free email updates: