Warga Tak Menyangka, Dikenal Religius dan Dermawan, Pak Haji Tarlani Rumahnya Digerebek Aparat Lantaran Jadi Produsen Pil PCC

loading...
Kapolres Bandara Soetta Kombes Pol Victor Togi Tambunan memperlihatkan barang bukti dan para tersangka kepada media, Senin (6/8/2018). Foto: KORAN SINDO/Hasan Kurniawan

BERANINEWS.COM - Polisi menggerebek sebuah rumah di kompleks Kavling DPR, Kelurahan Kenanga, Cipondoh, Tangerang, Banten, pada Senin, 6 Agustus 2018.

Aparat mendapati rumah itu ternyata dijadikan tempat memproduksi obat pil berbahaya PCC (paracetamol, caffeine, carisoprodol).

Ditemukan sedikitnya 3,175 juta butir pil PCC atau seberat 1,2 ton dengan nilai Rp9 miliar.

Ditangkap sepuluh orang tersangka dan satu di antaranya ialah Tarlani, aktor intelektual sekaligus pemilik rumah yang dijadikan pabrik pil berbahaya itu.

Tarlani dikenal juga oleh warga dengan sapaan Pak Haji, karena dia sudah beribadah haji ke Mekah, Arab Saudi.

Kontan, penggerebekan ini membuat warga sekitar kaget dan tidak percaya.

Sebab Tarlini selama ini dikenal baik dan dermawan.

Ketua RT setempat, Joko, mengaku sangat terkejut dengan penggerebekan dan penangkapan Tarlani.

Di lingkungan warga sekitar, ayah tiga orang anak itu dikenal sebagai haji yang baik dan suka menolong.

"Tarlani tinggal bersama istri dan satu orang anaknya. Sedangkan dua anaknya sedang menempuh pendidikan di luar kota. Tarlani sendiri merupakan ketua lingkungan masjid setempat," ujarnya kepada wartawan, Senin (6/8/2018).

Selain baik dan suka menolong, Tarlani juga dikenal dermawan. Bahkan Tarlani menjadi salah satu donatur terbesar dalam pembangunan tempat ibadah yang lokasinya tak jauh dari kediamannya.

"Makanya kaget mas. Warga tidak ada yang pernah menyangka kalau Pak Haji ternyata menjual PCC. Apalagi dia sangat religius, makanya kami panggil Pak Haji. Orangnya sangat ramah dengan warga," tukasnya.

Sementara itu, Tarlani kepada polisi mengaku baru beberapa bulan menjalankan bisnisnya itu. Ia memperkerjakan beberapa orang warga dalam memproduksi pil PCC tersebut. Setiap hari pabrik rumahannya bisa memproduksi hingga 30 ribu pil PCC.

Warga sekitar dan bahkan ketua RT setempat tak mengetahui aktivitas ilegal di rumah Pak Haji.

Orang-orang hanya mengetahui si pemilik rumah dengan tiga lantai dan bercat warna tosca itu menjual air isi ulang.

Tak ada aktivitas mencurigakan selama ini yang diketahui warga.

"Memang kita tidak tahu ada aktivitas seperti pembuatan pil itu, karena tidak ada yang mencurigakan. Kita hanya tahu ia menjual air isi ulang, dan sebelumnya berjualan jamu sebagai distributor," kata Joko, sang Ketua RT, saat ditemui di sekitar lokasi penggerebekan pada Senin, 6 Agustus 2018.

Memang, kata Joko, banyak mobil yang hilir-mudik ke rumah mewah itu.

Namun tidak ada kecurigaan sedikit pun selama ini, terutama karena sikap baik Pak Haji maupun keluarganya. Pak Haji juga sudah hampir sepuluh tahun menjadi warga kompleks itu.

Warga menyebut kompleks permukiman Pak Haji dengan sebutan Kavling DPR. Disebut begitu karena pernah menjadi tempat tinggal seorang anggota DPR beberapa tahun silam.

sumber: sindonews.com & viva.co.id
loading...
facebook -->

Subscribe to receive free email updates: