Negara Darurat Terorisme, Eka Puput Warsa Yang Diringkus Densus 88 Seorang PNS Di Perguruan Tinggi Negeri Banyuwangi

loading...
Humas Polwangi menunjukkan surat pernyataan yang ditandatangani Eka (Foto: Ardian Fanani)
BERANINEWS.COM -  Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) angkat bicara terkait dengan penangkapan salah satu PNS-nya yang ditangkap Densus 88 Anti Teror. 

Sebelum penangkapan tersebut, Perguruan tinggi (PT) negeri ini sering didatangi oleh Badan Intelijen Nasional (BIN). 

"Sebelumnya memang sering didatangi (BIN). Kurang lebih ada 3 kali BIN datang ke kampus. Bertemu Direktur dan yang bersangkutan," ujar Humas Poliwangi Wahyu Naris Wari kepada detikcom, Sabtu (4/8/2018). 

Pihak pimpinan Poliwangi sudah menanyakan langsung kepada yang bersangkutan perihal kegiatannya. 

Bahkan yang bersangkutan pernah menandatangani surat pernyataan tidak pernah terlibat kegiatan apapun yang melawan pemerintah. 

Surat tersebut disodorkan ke Eka Puput Warsa tanggal 22 Juni lalu. 

"Dia mengaku tidak ikut kegiatan terlarang. Dan sudah tandatangan bahwa tidak ikut aliran sesat," ungkapnya lagi. 

Berikut isi Surat Pernyataan yang ditandatangani terduga teroris, Eka Puput Warsa :

Dengan ini menyatakan dengan sebenarnya bahwa ;

1. Bersumpah dan berjanji setia taat kepada Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 sebagai Ideologi dan Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

2. Sebagai Aparatur Sipil Negara berjanji mentaati segala ketentuan peraturan perundang-undangan dan sanggup untuk terikat dalam Sumpah Jabatan sebagai Pegawai Negeri Sipil. 

3. Berjanji tidak mengikuti paham Radikal yang mengarah kepada terorisme. 

4. Berjanji tidak menjadi Perpanjangan Tangan Organisasi yang dilarang oleh Pemerintah. 

5. Berjanji tidak menyebarluaskan paham yang dapat memecah belah Persatuan dan Kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia kepada Civitas Akademika di lingkungan kampus Politeknik Negeri Banyuwangi


Terduga Teroris di Banyuwangi Diamankan saat Keluar dari Kampus

 Terduga teroris, Eka Puput Warsa (31) ditangkap di Banyuwangi. Pria kelahiran Probolinggo ini diduga ditangkap saat keluar dari salah satu Perguruan Tinggi (PT) Negeri di Banyuwangi. 

"Penangkapannya katanya di Poliwangi daerah Kabat. Saat Eka itu keluar dari kampus itu," ujar Panji Widodo, Kades Parangharjo, Kecamatan Songgon, Jumat (3/8/2018). 

Eka, kata Panji, sudah menetap di Desa Parangharjo 5 tahun lebih. Namun dirinya masih tercatat sebagai warga Perumahan Sumbertaman Indah, Desa/Kecamatan Wonoasih, Probolinggo. 

Panji mengaku baru mengetahui jika Eka merupakan salah satu staf di PTN, setelah diberi informasi oleh tetangga terduga teroris di sekitar rumahnya. 

"Saya baru mengetahui dari warga. Orangnya tertutup dan jarang komunikasi setahun ini," tambahnya. 

Densus 88 menangkap Eka Puput Warsa, warga Probolinggo yang tinggal di Desa Parangharjo Kecamatan Songgon Banyuwangi pada Rabu malam (1/8/2018). 

Penangkapan diduga dilakukan di Kampus Poliwangi, Kecamatan Kabat. Densus 88 kemudian melakukan penggeledahan di rumah terduga teroris.


Sumber: detik.com
loading...
facebook -->

Subscribe to receive free email updates: