Muh. Zaini, PNS Di BPK RI Yang Memfitnah Panglima TNI Masih Belum Ditangkap? Ternyata Ini Profilnya

loading...


BERANINEWS.COM -Baru beberapa hari Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dilantik, beragam fitnah mulai menyerang dirinya, beberapa bahkan menyasar keluarga Panglima.

Fitnah-fitnah keji yang dilontarkan kaum pengkapling Surga tersebut diantaranya dengan sengaja menyebutkan istri Marsekal Hadi adalah keturunan tionghoa.

Fitnah lainnya Marsekal Hadi disebut pernah menjadi ajudan Megawati dan merupakan titipan PDI-P.

Menyikapi beredarnya fitnah itu, Pihak TNI AU memberi waktu 1x24 jam bagi para penyebar HOAX itu untuk menyerahkan diri dan memberi klarifikasi.

Beberapa netizen memberikan Informasi Penting bagi TNI AU terkait penyebar pertama hoax tersebut.

Berdasarkan penelusuran mereka, ternyata informasi tersebut berasal dari screenshoot percakapan sebuah Grup WA yang kemudian menjadi viral

Ironisnya, Berita Bohong tersebut ternyata pertama kali dihembuskan oleh seorang OKNUM pejabat teras di BPK-RI bernama Muh. Zaini.

Identitas Zaini terkuak setelah screenshoot dari Grup WA barokah yang diikutinya beredar.

Tidak sulit menemukan identitasnya. Hanya perlu Penelusuran Forensik sederhana untuk mengungkap identitasnya.

Di dalam Screenshot pesan yang dikirim dari nomor handphone pribadinya tersebut, ia dengan gagah berani menulis:

"Rekan Saudaraku MCA, mari Viralkan..untuk menolak Marsekal Hadi Tjahjanto (KASAU) menjadi Panglima TNI, karena MANTAN AJUDAN MEGAWATI dan titipan PDIP atheis. Namun Kita Dukung KASAD dari TNI-AD atau KASAL untuk menjadi Panglima TNI..ayo kita sampaikan suara Kita ke DPR karena TNI milik rakyat bukan milik PARTAI PDIP (PKI)".

Zaini lahir di Kulon Progo, 11 Juli 1962. Ia bukan pegawai rendahan di BPK. Sejak bergabung tahun 1985, karirnya cukup melesat. Bahkan saat ini ia menjabat sebagai Kepala Subbagian Keuangan BPK RI Perwakilan Provinsi DKI Jakarta dengan pangkat IVA.

Perlu diketahui, PNS dengan kelakuan seperti Zaini ini jumlahnya teramat banyak. Mulai dari dosen pengajar hingga pegawai pemda. Belum lagi ditambah dengan yang terafiliasi organisasi terlarang HTI. Jumlah mereka ribuan.

Dan mereka semua Kompak membenci pemerintahnya sendiri.

Saat ini mereka bahkan sudah berani terang-terangan menyebarkan fitnah dan berbagai Propraganda Anti Pemerintah.

Alasannya sederhana.

Karena mereka tahu SANKSINYA RINGAN dan mereka sangat PAHAM hampir tidak mungkin dipecat dari PNS.

Hal ini diperparah dengan minimnya sanksi dari Kemenpan RB.

Kasus fitnah terakhir yang disebarkan oleh seorang PNS bernama Sukrasno misalnya, setelah kedapatan memfitnah Presiden Joko Widodo, ia hanya dijatuhi hukuman ringan 3 tahun penundaan kenaikan pangkat.

Masyarakat sudah muak melihat kelakuan para PNS yang seharusnya Netral ini ternyata malah mendukung gerakan radikal yang nyata-nyata anti NKRI, bergabung dengan organisasi terlarang, bahkan ikut-ikutan menyebar Fitnah Dajjal pada pemerintah mereka sendiri.

Jika terus menerus tidak ada sanksi yang berat, sepertinya sudah waktunya Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi di-reshuffle.

Sumber: Akun Fb Winston Zippi Johannes


loading...
facebook -->

Subscribe to receive free email updates: